Tips Menghafal Al Qur’an
Ust. Noval Muhammad Falaq
(Guru Tahfidz dan Tahsin SMP IT Cendikia)

1. Niat Karena Allah SWT

Dalam Hadits Arbai’n  yang ke 1 tentang “Pahala Pekerjaan Ditentukan Dengan Niatnya”

Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala mengatakan, dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat adalah kunci utama dalam sebuah amal, maka hal yang pertama harus kita perhatikan adalah niat kita dalam menghafal Al Qur’an, bukan karena manusia, jabatan, sanjungan, dan lain-lain. Melainkan karena Allah SWT

2. Bersungguh-sungguh dalam menghafal

Menghafal Al Qur’an tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan yang sangat panjang, kesabaran serta keihklasan dan tidak kalah pentingnya adalah kesungguhan dalam menghafal, apalah artinya jika semangat yang tinggi tak diimbangi dengan kesungguhan maka hasilnya tidak akan maksimal

3. Sabar dalam menghafal (tidak terburu-buru)/Tenang

Setelah kita bersungguh-sungguh dalam menggafal, kita dituntut untuk bersabar, karena butuh puluhan kali kita untuk manghafal 1 ayat, jangan mudah menggeluh dan tetap bersabar, karana kesabaran akan menghasilkan keberuntungan

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Ali 'Imran:200)

4. Istiqomah dalam mengulang-ulang hafalan (Muraja’ah)

Inilah poin yang sangat penting bagi seorang penghafal Al Qur’an. Menghafal Al Qur’an tanpa mengulang-ulang (Muraja’ah) adalah suatu kemustahilan.

5. Jadikan Al Qur’an sebagai teman disetiap saat

Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : "Barang siapa yang sibuk membaca Al Qur'an dan dzikir kepada Ku dengan tidak memohon kepada Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta". Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhlukNya". (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama